Pada tahap desain, saya merancang alur penggunaan yang
sesederhana mungkin agar pengguna tidak perlu memiliki
latar belakang teknis untuk menggunakannya. Cukup dengan
memasukkan ukuran layar (pixel pitch) yang diinginkan,
dimensi ruangan atau bidang pemasangan, dan lokasi
pemasangan, sistem akan secara otomatis melakukan
serangkaian perhitungan teknis. Misalnya, jika ruangan
memiliki lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter, kalkulator
akan mengkalkulasi berapa ukuran layar LED yang optimal
untuk dipasang di area tersebut. Sistem akan menghitung
apakah layar dapat dipasang secara proporsional tanpa
melebihi batas ruangan, sekaligus menunjukkan sisa ruang
di kiri-kanan maupun atas-bawah setelah layar terpasang.
Selain itu, parameter teknis seperti dimensi fisik,
resolusi layar, jarak pandang ideal, dan estimasi konsumsi
daya juga dihitung secara otomatis. Formula yang digunakan
mengikuti standar industri, contohnya resolusi horizontal
diperoleh dari pembagian lebar layar (dalam milimeter)
dengan pixel pitch, sedangkan resolusi vertikal dihitung
dari tinggi layar (dalam milimeter) dibagi pixel pitch.
Pendekatan ini memudahkan pengguna untuk langsung memahami
hasil perhitungan dalam konteks nyata ruangan mereka,
bukan sekadar angka teknis yang sulit dipahami.
Selain menampilkan hasil perhitungan, kalkulator ini juga
dilengkapi dengan fitur visualisasi layar yang dapat
ditempatkan pada foto lokasi milik klien, sehingga mereka
langsung mendapatkan gambaran realistis ukuran layar di
tempat yang sesungguhnya. Semua data ini dapat diekspor
dalam format PDF sehingga tim sales dapat langsung
menggunakannya untuk proposal resmi tanpa perlu mengedit
ulang. Desain antarmuka dibuat bersih, fokus pada hasil
kalkulasi, dan responsif agar dapat digunakan baik di
laptop, tablet, maupun smartphone.